Pada jaman dahulu, kaum bangsawan Spanyol masih keturunan Visigoth suatu suku asal Jerman. Istilah "sangre azul" digunakan keluarga kerajaan Spanyol dan bangsawan lainnya karena menurut mereka, kulit mereka putih sehingga pembulu darah terlihat dan murni "asli" keturunan Visigoth bebas dari keturunan Moor dan Yahudi, yang kulitnya lebih hitam.
Masyarakat kuno kelas atas Eropa (Spanyol) memiliki warna kulit yang pucat kemerahan dan pembuluh balik kebiru-biruan terlihat jelas di bawah permukaan kulitnya, sehingga nampak berbeda dengan kulit masyarakat kelas petani (kelas bawah) yang berwarna kecoklat-coklatan dan pembuluh darah baliknya yang tidak terlihat jelas karena banyak bekerja di bawah sinar matahari.
Wajar saja, jika kaum bangsawan kulitnya lebih terang karena mereka tidak perlu ke luar rumah atau terkena sinar matahari untuk bekerja.
kaum sudra sebagai kaum tertindas merasa muak, dengan prilaku kaum bangsawas yang tidak berperikemanusiaan. untuk menghina dan mencemooh kaum bansawan tersebut, kaum sudra (yang dipelopori filsuf) mempopulerkan julukan DARAH BIRU yang berarti bahwa kandungan oksigen dalam aliran darah mereka rendah. dalam hal ini dikarenakan mereka memiliki kebiasaan hedonism dan sangat pemalas. kerja mereka cuma memaki rakyat jelata, mereka jarang bergerak karena mereka telah terlena dengan kemewahan.
Pada jaman dahulu, kaum bangsawan Spanyol masih keturunan Visigoth suatu suku asal Jerman. Istilah "sangre azul" digunakan keluarga kerajaan Spanyol dan bangsawan lainnya karena menurut mereka, kulit mereka putih sehingga pembulu darah terlihat dan murni "asli" keturunan Visigoth bebas dari keturunan Moor dan Yahudi, yang kulitnya lebih hitam.
Masyarakat kuno kelas atas Eropa (Spanyol) memiliki warna kulit yang pucat kemerahan dan pembuluh balik kebiru-biruan terlihat jelas di bawah permukaan kulitnya, sehingga nampak berbeda dengan kulit masyarakat kelas petani (kelas bawah) yang berwarna kecoklat-coklatan dan pembuluh darah baliknya yang tidak terlihat jelas karena banyak bekerja di bawah sinar matahari.
Wajar saja, jika kaum bangsawan kulitnya lebih terang karena mereka tidak perlu ke luar rumah atau terkena sinar matahari untuk bekerja.
Dari penjelasan di atas kaum bangsawan bukan berarti mereka memiliki darah yang berwarna biru. Jika di Indonesia yang warna asli kulit masyarakatnya berwarna coklat, kira-kira asal-usul "sangre azul" apakah masih layak kita gunakan? Secara warna kulit kita tidak seputih orang Eropa. - See more at: http://asal-usulnya.blogspot.com/2013/09/asal-usul-istilah-darah-biru.html#sthash.FQaN8zK9.dpuf
Pada jaman dahulu, kaum bangsawan Spanyol masih keturunan Visigoth suatu suku asal Jerman. Istilah "sangre azul" digunakan keluarga kerajaan Spanyol dan bangsawan lainnya karena menurut mereka, kulit mereka putih sehingga pembulu darah terlihat dan murni "asli" keturunan Visigoth bebas dari keturunan Moor dan Yahudi, yang kulitnya lebih hitam.
Masyarakat kuno kelas atas Eropa (Spanyol) memiliki warna kulit yang pucat kemerahan dan pembuluh balik kebiru-biruan terlihat jelas di bawah permukaan kulitnya, sehingga nampak berbeda dengan kulit masyarakat kelas petani (kelas bawah) yang berwarna kecoklat-coklatan dan pembuluh darah baliknya yang tidak terlihat jelas karena banyak bekerja di bawah sinar matahari.
Wajar saja, jika kaum bangsawan kulitnya lebih terang karena mereka tidak perlu ke luar rumah atau terkena sinar matahari untuk bekerja.
Dari penjelasan di atas kaum bangsawan bukan berarti mereka memiliki darah yang berwarna biru. Jika di Indonesia yang warna asli kulit masyarakatnya berwarna coklat, kira-kira asal-usul "sangre azul" apakah masih layak kita gunakan? Secara warna kulit kita tidak seputih orang Eropa. - See more at: http://asal-usulnya.blogspot.com/2013/09/asal-usul-istilah-darah-biru.html#sthash.FQaN8zK9.dpuf
Pada jaman dahulu, kaum bangsawan Spanyol masih keturunan Visigoth suatu suku asal Jerman. Istilah "sangre azul" digunakan keluarga kerajaan Spanyol dan bangsawan lainnya karena menurut mereka, kulit mereka putih sehingga pembulu darah terlihat dan murni "asli" keturunan Visigoth bebas dari keturunan Moor dan Yahudi, yang kulitnya lebih hitam.
Masyarakat kuno kelas atas Eropa (Spanyol) memiliki warna kulit yang pucat kemerahan dan pembuluh balik kebiru-biruan terlihat jelas di bawah permukaan kulitnya, sehingga nampak berbeda dengan kulit masyarakat kelas petani (kelas bawah) yang berwarna kecoklat-coklatan dan pembuluh darah baliknya yang tidak terlihat jelas karena banyak bekerja di bawah sinar matahari.
Wajar saja, jika kaum bangsawan kulitnya lebih terang karena mereka tidak perlu ke luar rumah atau terkena sinar matahari untuk bekerja.
Dari penjelasan di atas kaum bangsawan bukan berarti mereka memiliki darah yang berwarna biru. Jika di Indonesia yang warna asli kulit masyarakatnya berwarna coklat, kira-kira asal-usul "sangre azul" apakah masih layak kita gunakan? Secara warna kulit kita tidak seputih orang Eropa. - See more at: http://asal-usulnya.blogspot.com/2013/09/asal-usul-istilah-darah-biru.html#sthash.FQaN8zK9.dpuadalah
Pada jaman dahulu, kaum bangsawan Spanyol masih keturunan Visigoth suatu suku asal Jerman. Istilah "sangre azul" digunakan keluarga kerajaan Spanyol dan bangsawan lainnya karena menurut mereka, kulit mereka putih sehingga pembulu darah terlihat dan murni "asli" keturunan Visigoth bebas dari keturunan Moor dan Yahudi, yang kulitnya lebih hitam.
Masyarakat kuno kelas atas Eropa (Spanyol) memiliki warna kulit yang pucat kemerahan dan pembuluh balik kebiru-biruan terlihat jelas di bawah permukaan kulitnya, sehingga nampak berbeda dengan kulit masyarakat kelas petani (kelas bawah) yang berwarna kecoklat-coklatan dan pembuluh darah baliknya yang tidak terlihat jelas karena banyak bekerja di bawah sinar matahari.
Wajar saja, jika kaum bangsawan kulitnya lebih terang karena mereka tidak perlu ke luar rumah atau terkena sinar matahari untuk bekerja.
Dari penjelasan di atas kaum bangsawan bukan berarti mereka memiliki darah yang berwarna biru. Jika di Indonesia yang warna asli kulit masyarakatnya berwarna coklat, kira-kira asal-usul "sangre azul" apakah masih layak kita gunakan? Secara warna kulit kita tidak seputih orang Eropa. - See more at: http://asal-usulnya.blogspot.com/2013/09/asal-usul-istilah-darah-biru.html#sthash.FQaN8zK9.dpuf
Pada jaman dahulu, kaum bangsawan Spanyol masih keturunan Visigoth suatu suku asal Jerman. Istilah "sangre azul" digunakan keluarga kerajaan Spanyol dan bangsawan lainnya karena menurut mereka, kulit mereka putih sehingga pembulu darah terlihat dan murni "asli" keturunan Visigoth bebas dari keturunan Moor dan Yahudi, yang kulitnya lebih hitam.
Masyarakat kuno kelas atas Eropa (Spanyol) memiliki warna kulit yang pucat kemerahan dan pembuluh balik kebiru-biruan terlihat jelas di bawah permukaan kulitnya, sehingga nampak berbeda dengan kulit masyarakat kelas petani (kelas bawah) yang berwarna kecoklat-coklatan dan pembuluh darah baliknya yang tidak terlihat jelas karena banyak bekerja di bawah sinar matahari.
Wajar saja, jika kaum bangsawan kulitnya lebih terang karena mereka tidak perlu ke luar rumah atau terkena sinar matahari untuk bekerja.
Dari penjelasan di atas kaum bangsawan bukan berarti mereka memiliki darah yang berwarna biru. Jika di Indonesia yang warna asli kulit masyarakatnya berwarna coklat, kira-kira asal-usul "sangre azul" apakah masih layak kita gunakan? Secara warna kulit kita tidak seputih orang Eropa. - See more at: http://asal-usulnya.blogspot.com/2013/09/asal-usul-istilah-darah-biru.html#sthash.FQaN8zK9.dpuf